Pengertian Kemampuan Berpikir Kritis
Menurut Iskandar (2009:
86-87) Kemampaun berpikir merupakan kegiatan penalaran yang reflektif,
kritis, dan kreatif, yang berorientasi pada suatu proses
intelektual yang melibatkan pembentukan konsep
(conceptualizing), aplikasi, analisis, menilai informasi yang terkumpul
(sintesis) atau dihasilkan melalui pengamatan, pengalaman, refleksi,
komunikasi sebagai landasan kepada suatu keyakinan (kepercayaan) dan
tindakan. Berpikir adalah satu keaktifan pribadi manusia
yang mengakibatkan penemuan yang terarah kepada suatu tujuan. Kita
berpikir untuk menemukan pemahaman yang kita kehendaki. Sumadi
Suryabrata (2002: 55) proses atau jalannya berpikir itu pada pokoknya
ada tiga langkah, yaitu:
- Pembentukan pengertian yaitu menganalisis ciri-ciri dari sejumlah objek yang sejenis, contohnya kita ambil manusia dari berbagai bangsa lalu kita analisis ciri-cirinya. Salah satu contohnya adalah menganalisis manusia dari Eropa, Indonesia, dan Cina. Tahap selanjutnya yaitu membandingkan ciri-ciri tersebut untuk diketemukan ciri-ciri mana yang sama dan yang tidak sama. Langkah berikutnya, mengabstraksikan yaitu menyisihkan, membuang ciri-ciri yang tidak hakiki dan menangkap ciri-ciri yang hakiki.
- Pembentukan pendapat yaitu meletakkan hubungan antara dua buah pengertian atau lebih. Pendapat yang dinyatakan dalan bentuk kalimat, yang terdiri dari subyek dan predikat. Misalnya rumah itu baru, rumah adalah subyek, dan baru adalah predikat. Pendapat itu sendiri dibedakan tiga macam yaitu pendapat positif, negatif, dan kebarangkalian.
- Pembentukan keputusan atau penarikan kesimpulan yaitu hasil perbuatan akal untuk membentuk pendapat baru berdasarkan pendapat-pendapat yang telah ada. Ada tiga macam keputusan, yaitu keputusan induktif, keputusan deduktif, dan keputusan analogis. Misalkan contoh dari keputusan deduktif ditarik dari hal yang umum ke hal yang khusus, semua logam kalau dipanaskan memuai, tembaga adalah logam. Jadi (kesimpulan), tembaga kalau dipanaskan memuai.
Pengertian Kemampuan Berpikir Kritis Menurut Para Ahli
Sekolah harus mengajarkan cara berpikir
yang benar pada anak-anak. Berpikir dalam tingkatan yang lebih tinggi
membidik baik berpikir kritis maupun berpikir kreatif. Salah satu bentuk
berpikir adalah berpikir kritis (critical thinking). Dalam penelitian
ini menekankan kemampuan dalam hal berpikir kritis. Elaine Johnson
(2002: 183) berpikir kritis merupakan sebuah proses yang terarah dan
jelas yang digunakan dalam kegiatan mental seperti memecahkan masalah,
mengambil keputusan, membujuk, menganalisis asumsi, dan melakukan
penelitian ilmiah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar